Lalampa

Sebagai seorang setengah binyo (ibu saya berasal dari Manado), saya terbiasa dan tidak asing dengan makanan Manado. Saya ingat di gereja saya di Jakarta waktu itu ada satu tante Manado yang tiap hari Minggu seusai kebaktian, jual lalampa yang enak sekali. Almarhum ibu saya juga pandai membuat lalampa ini dan kukus Manado lainnya. Beberapa hari lalu, saya kangen dan pingin sekali lalampa, saya buka buku catatan resep saya. Ternyata ibu saya pernah menulis resep lalampanya di dalam buku resep itu sewaktu ia mengunjungi saya di sini. Resepnya saya praktekkan dan saya bagi di sini.

Lalampa berasal dari kata lemper dalam bahasa Jawa. Mungkin orang Jawa yang bawa penganan ini ke tanah Minahasa. Beda dengan lemper Jawa yang isinya bervariasi dengan abon, ayam atau daging, pakemnya lalampa Manado setahu saya isiannya ikan, cakalang pampis. Ini isian yang sama untuk isian panada. Berhubung saya tinggal di luar Indonesia dan ngga selalu ada cakalang, ibu saya menulis beberapa alternatif pengganti cakalang fufu (cakalang asap).

Bahan

Ketan

  • 1 kg beras ketan. Rendam dalam air satu jam. Tiriskan.
  • 400 ml santan
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 batang sereh, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 1 sdm garam

Isian ikan atau cakalang pampis

  • 2 cakalang fufu  atau 1 ikan tongkol ukuran sedang berat 500 gram, goreng dan suwir. Tinggal di daerah susah cari cakalang fufu atau ikan tongkol, bisa memakai 3 tuna kaleng, pilih tuna dengan minyak bukan tuna dengan air ya. Suwir-suwir.
  • 6 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • cabai merah dan rawit sesuai selera
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 1 batang sereh, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk purut
  • 3 batang daun bawang, rajang halus
  • 5 batang daun kemangi (alternatif: bisa memakai daun basilicum)
  • 200 ml santan kental
  • garam secukupnya
  • 3 sdm minyak untuk menumis
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus lalampa
  • Lidi atau staples untuk membungkus lalampa

Cara membuat

  1. Panaskan kukusan 10 menit. Kukus ketan yang sudah direndam dan ditiriskan, selama 10 – 15 menit menit hingga setengah matang
  2. Sementara itu tempatkan 400 ml santan, daun pandan, sereh, daun jeruk purut dan garam dalam panci,, masak di atas api kecil hingga mendidih. Sisihkan.
  3. Keluarkan ketan setengah matang, tempatkan dalam satu wadah. Campur dengan santan dari langkah ke dua. Aduk rata hingga semua santan habis terserap ketan. Kukus kembali ketan di dalam kukusan hingga matang, kurang lebih 10 – 15 menit. Angkat dari api, tempatkan dalam wadah dan dinginkan.
  4. Sekarang kita buat isinya. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai dan jahe. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu bawang, cabai, jahe, sereh dan daun jeruk purut hingga harum. Tambahkan daun bawang, tumis hingga layu. Masukkan ikan suwir dan kemangi. Aduk rata.
  5. Bumbui dengan garam sesuai selera, tuang santan, aduk rata dan masak di atas api kecil hingga santan mengering sambil sesekali diaduk agar tidak lengket di dasar wajan. Setelah santan mengering, cakalang pampis ini siap diolah lebih lanjut dengan ketan.
  6. Cuci dan bersihkan daun pisang. Lemaskan daun pisang supaya gampang dilipat, caranya: bolak – balik daun pisang di atas api. Potong daun pisang sesuai ukuran yang diinginkan.
  7. Ambil dua sdm ketan matang, letakan di atas daun pisang, pipihkan. Isi dengan 1 sdm cakalang fufu. Kepal-kepal sambil digulung. Bungkus dengan daun pisang dan sematkan dengan lidi/staples. Lalampa biasanya ukurannya tidak setebal lemper Jawa tapi lebih panjang. Tidak apa jika isian kelihatan seperti di dalam foto ini.
  8. Bakar lalampa di atas bara arang, di panci panggang atau di oven, sambil dibolak-balik. Ini untuk mendapatkan aroma daun pisang. Setelah daun pisangnya sedikit hangus/gosong, tandanya lalampa sudah siap disantap.

Selamat mencoba!

Iklan

3 respons untuk ‘Lalampa

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s