Tumis Kale

Tinggal di luar negri membuat saya menjadi kreatif dan inventif, apalagi menyangkut makanan. Resep Lo Foodie kali ini adalah resep tumis daun pepaya à la Manado dengan bahan utama Kale. Ya, Kale superfood yang termasuk mahal di Indonesia itu ternyata cocok menggantikan daun pepaya dalam resep ini. Walaupun rasanya tidak sepahit daun pepaya tapi strukturnya mirip.

Sebelum berbagi resep saya ingin cerita sedikit tentang Kale. Sayur ini termasuk keluarga kol. Lucunya dalam bahasa Belanda Kale itu Boerenkool; Boeren (Petani) Kool (Kol). Boerenkool: koolnya petani. Sementara dalam bahasa Jerman namanya Grünkohl (kol hijau) mengacu ke warnanya. Selain Kale atau Boerenkool ada beberapa jenis kol lainnya seperti Wittekool (kol putih) Bloemkool (kembang kol) dan Savoiekool (kol dari Savoie, warnanya juga hijau). Musim Kale mulai dari musim gugur sekitar bulan Oktober hingga akhir musim dingin bulan Maret. Menurut orang Belanda Kale rasanya paling enak jika telah kena embun es seperti di foto di bawah ini. Artinya cuaca harus sangat dingin dibawah 0 derajat Celsius. 

Gambar dari weer.nl

Orang Belanda sendiri mengolah Kale biasanya dalam bentuk Stampot (direbus) kemudian dihidangkan dengan (pure) kentang, sepotong daging dan sausnya. Kadang juga Kale disantap mentah sebagai salad. Kale kebanyakan dijual telah bersih dicuci dan dirajang kasar. Tangkai Kale itu liat hingga kebanyakan orang Belanda termasuk saya, selalu beli Kale siap olah (telah dicuci dan dipotong) dalam pak plastik ukuran berat 250 atau 300 gram. Harganya berkisar antara € 1 hingga € 1,15. Terbalik ya, di sini harga daun pepaya segar termasuk mahal, di Indonesia Kale yang mahal.

Kembali ke resep ini, kita buat yuk tumis daun pepaya gaya Kawanua dimodifikasi dengan Kale. Untuk yang tinggal di Indonesia Kale tentu bisa diganti dengan daun pepaya. Ditambah dengan kembang pepaya juga bisa jika ada. Aslinya resep ini mengandung daging babi. Ibu dan nenek saya yang berasal dari Manado biasanya memakai daging babi dengan bagian banyak lemak. Dalam rangka hidup sehat saya ganti daging babi dengan ikan tuna menjadi resep vegetaris. Mau versi vegan? Bisa juga, resep ini tanpa ikan juga enak. 

 Bahan

  • 1 sereh, memarkan
  • 3 cm jahe memarkan
  • 4 siung bawang merah, rajang kasar
  • 4 batang bawang daun potong 1 cm
  • 5 daun jeruk purut
  • 50 gram cabe atau sesuai selera. Ulek atau haluskan dalam blender
  • 180 – 200 gram ikan tuna suwir atau ikan tuna kaleng
  • 300 gram Kale atau daun pepaya
  • 3 sdm air
  • 2 sdm minyak goreng
  • Garam secukupnya


Cara membuat

  1. Panaskan minyak goreng dalam wajan.
  2. Tumis bawang merah, jahe, sereh hingga harum. Tambahkan bawang daun, cabe dan daun jeruk purut.
  3. Masukkan ikan dan tumis hingga matang.
  4. Tambahkan Kale dan air, aduk rata dan tumis hingga matang.
  5. Setelah Kale layu, angkat.
  6. Hidangkan tumis Kale hangat-hangat.
Iklan

34 respons untuk ‘Tumis Kale

  1. Iya mbak, biasanya kami makan kale mentah pas makan malam atau aku oseng seperti resep Mbak Yo tambah makarel asap buat bekal makan siang suami. Sedaapp rasanya Mbak 🙂

    Suka

  2. Hallo mbak, akhirnya benar dugaan saya ternyata kita sesama kawanua. Senangnyaaaaa… saja juga sempat beberapa kali masak Grünkohl ini, dagingnya pake salami Bayern yang lumayan enak. Tapi apapun itu tidak akan seenak kalau masak di Manado pake rica rica kong makan deng keluarga besar 😦
    Salam sekeluarga… berharap kita bisa berjumpa mbak, keep kontact ya, panjang umur mungkin akhir tahun berkunjung ke Belanda.

    Suka

  3. Salam kenal, Mbak Yo. Terima kasih untuk resepnya. Saya baru aja selesai bikin tumis kale dan fuyung hai. Senang banget karena dua-duanya enak, gampang dibuat dan cepat! (Super penting untuk mahasiswa pemalas kayak saya). Selama ini kale cuma saya pakai buat bikin salad atau kale chips (cemilan sehat judulnya), tapi resep Mbak Yo sukses jadi obat kangen makanan Indonesia. Thanks again, Mbak!

    Suka

    1. Hai Putri, Salam kenal juga. Saya seneng dengernya kalo ada orang yang sukses coba resep dari Lo Foodie. Kale dibuat sambel goreng dengan santan juga enak loh (tumis bawang merah, bawang putih, salam, laos, cabai. Masukkan kale dan siram dengan santan. Jadi deh). Ada juga resep Kale punya temen saya: perciki Kale dengan sedikit minyak olive, taburi cabe bubuk, panggang dalam ove 160 derajat Celsius selama 8 – 10 menit sambil dibalik. Kale akan jadi snack yang enak dan sehat.

      Suka

      1. Yak, betul banget, Mbak. Resep yang dipanggang itu saya sudah pernah coba, dan memang jadi kale chips yang enak (jadi inget keripik bayem di Indonesia, cuma ini versi sehatnya karena nggak digoreng). Makasih untuk resep sambel goreng santen-nya. Nanti saya coba kalau kale tuna-nya sudah habis. Maklum, saya biasa masak banyak buat disimpen di kulkas. Lumayan, karena tinggal dipanas-panasin dan dibawa ke kampus.

        Suka

  4. Semua yg di lo foodie kok resepnya terlihat mudah ya mba yo…. ini akan jadi resource masak memasak. Kale mahal disini dan susah nyarinya. Si cathy sharon (mantan vj mtv) bikin perkebunan kale.

    Suka

  5. Nah dapat ide lain lagi buat kale. Aku suka banget buat dijus ato oseng2 ringan buat sarapan. Kale di sini ada beberapa macam bahkan yang warnanya ijo campur ungu. Rasanya sih beda-beda disepetnya doang. Ntar aku cobain satu-satu deh hahaha. Makasih mbak Yo.

    Suka

      1. Iya mbak, itu udah aku coba. Enak juga tapi menurutku lebih mirip lagi rasanya klo pake collard greens. Udh kyk mskn di rmh, singkong rebus doang ato disanten.

        Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s